Prologue - Long Distance Relationship

by - Tuesday, November 13, 2018


Prologue-

Pertemuan merupakan suatu permulaan dari sebuah cerita, begitu juga dengan pertemuan ku terhadap seorang lelaki yang kini mencuri hati dan pikiranku. Cerita kami dimulai dari pertemuan yang tidak terduga disebuah kota yang tidak pernah terpikirkan oleh-ku untuk menjadi latar dari cerita cinta diri ku dengan dia. Memang cerita yang berkesan selalu dimulai dari pertemuan yang tidak diduga, begitulah kata orang-orang yang mengenal kami dan mengetahui cerita kami. Cerita yang berliku dan penuh drama hingga tidak terasa telah melaluinya selama 4 tahun dan aku pun masih terus menerka akhir cerita dari pertemuan kami, Tentunya dengan harapan kami memiliki akhir yang bahagia. 

Bermula dari perkenalan yang sederhana hingga saling mengenal begitu dalam mengenai diri kami, semua telah kami lalui dan tak kusangka bahwa seumur hidupku lah, aku harus belajar mengenalnya terus-menerus. Terkesan singkat, tetapi tak sesingkat waktu yang telah kami habiskan hanya untuk saling mengenal dan memantapkan diri dalam suatu hubungan serius. "Siapakah lelaki ini? Kenapa Ia begitu terlihat sempurna dimataku?" - Pikirku setelah merasakan kenyamanan berada di dalam perhatiannya setiap saat. Inilah pikirku dikala semua orang menyatakan hal yang sebaliknya dan tidak dapat meyakinkanku karena aku punya pemikiran yang berdasarkan pengalamanku bersamanya. 

Pikiran menjadi teralihkan, begitupun dengan perasaanku yang mulai merasakan hal yang tidak bisa digambarkan dengan kata-kata. Kegelisahan terhadap adanya kepastian juga menjadi tantangan terbesar bagiku dalam cerita yang terus aku kejar tanpa tau akhirnya. Penasaran, inilah awal mula dari keputusanku dalam menunjukan kesediaanku untuk menjadi pemeran utama didalam cerita cinta ini. Terkejut merupakan gambaran yang tepat ketika semua orang mengetahui kabar yang kami bagikan dengan bahagia pada permulaan cerita. Benar, bahagia memang terasa begitu cepat ketika cerita kami dimulai, tetapi kesedihan juga tidak tinggal diam ketika melihat cerita kami dimulai. Berbagai emosi pun mengambil andil didalam cerita kami.

Bukan hanya emosi yang memenuhi cerita kami, adanya jarak juga menjadikan cerita kami semakin menarik dan semakin membuat penasaran. Jalan yang kami lalui menjadi semakin tidak terduga dan proses yang harus kami lalui membuat kami semakin tidak sabar untuk mencapainya. Proses yang tiada akhirnya seakan berperan sebagai guru kesabaran yang sedang melatih kesabaranku ketika aku bukanlah orang yang bisa bersabar apalagi bersabar didalam hal yang tidak ada kejelasan. Penantian demi penantian membuat kami belajar dan mengerti bahwa mempertahankan cinta tidaklah semudah mengatakan dan merasakannya, terutama mempertahankannya dikala jarak memisahkan kami. Jarak kami memang jauh, sejauh dari timur ke barat dan begitulah kenyataannya. "Kok kamu bisa sih tahan?" atau "Jauh banget, yang sabar ya!" - Beginilah yang mereka katakana dan Tentunya tidak membantu kami dalam memupuk cinta yang sedang didalam proses berbunga. 

Cerita kami pun menuai banyak pertanyaan, Apa yang terjadi ketika pertemuan antara aku dan dia? Siapa yang menyatakan cintanya terlebih dahulu? Bagaimana kalian bisa akhirnya menjadi sepasang kekasih? Usaha apa saja yang dilakukan dalam mempertahankan hubungan jarak jauh? dan banyak pertanyaan lainnya yang akan terjawab seiring cerita yang akan aku tuliskan satu per satu disetiap episodenya. Nantikan setiap episodenya sebagai cerita cinta yang menemani hari-hari kalian semua! :)

Cerita ini berdasarkan cerita dari pengalaman aku dan dia, dengan harapan kalian semua bisa belajar dari pengalaman kami. Enjoy our story! - Ellen & Ricky

You May Also Like

0 comments