New Year 2018 - New Resolution New You

by - Friday, January 05, 2018


Dear Pembaca setiaku,

Akhirnya aku bisa menuliskan tentang New Year dan akan ada banyak sekali postingan encouraging untuk kalian semua. Tapi pertama-tama aku ucapin Happy New Year 2018 untuk semuanya! Semoga di tahun baru ini, segala yang diimpikan bisa terjadi dan tentunya lebih baik dari tahun sebelumnya. Terima kasih juga atas dukungan yang telah kalian berikan sehingga aku masih bertahan dengan tulisan-tulisanku yang ditahun ini akan sangat lebih aku kembangkan untuk para pembacaku lebih mengenal aku dan merasa dekat dengan aku. Bagaimana dengan kalian? Apa resolusi yang kalian miliki di tahun 2018? Tentunya aku sangat senang mendengar semua resolusi kalian di tahun ini! Bagaimana juga perasaanku melewati tahun 2017? Yuk baca lebih lanjutnya!


Tahun 2017 merupakan tahun terbaik dan juga tahun terburuk bagiku. Banyak hal yang terjadi dan hal-hal tersebut memaksaku untuk belajar lebih lagi dari pengalaman yang aku miliki. Hal yang terjadi tidak hanya didalam karirku, melainkan juga didalam hubunganku dengan sesama. Yass, aku akan menceritakannya satu per satu dan aku berharap jika kalian semua ada yang mengalami hal seperti yang aku alami, yuk sama-sama belajar dari sisi positif yang aku alami. Apa lagi kalau dari tulisanku ini, ada yang merasa dirinya ngga sendiri dan bukan satu-satunya yang mengalami hal yang sama. Seperti menjadi teman untuk sesama yang merasakan kejadian yang sama? Itu lah yang aku rasakan. 


Aku mulai dengan cerita karirku ditahun 2017 ya! Sebelumnya, aku baru saja lulus di tahun 2016 Desember sebagai sarjana Komunikasi disalah satu kampus yang tentunya terkenal di Jakarta. Kelulusanku bukanlah akhir dari segala perjuangan di kehidupanku. Setelah lulus, aku menyadari bahwa tekanan untuk berjuang membangun karir dengan menjadi seorang sarjana bukan lah hal yang mudah. Tekanan yang besar ini membuat awal tahun 2017 ku menjadi sangat berat dan aku kehilangan arahku. Berusaha mencari pekerjaan? Tentunya aku lakukan setiap hari hingga mendatangi berbagai interview yang berujung kepada ketidak cocokan pekerjaan. Nilaiku sebagai mahasiswa tidaklah rendah dan cukup untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. Tetapi sayangnya, pekerjaan yang layak tidaklah semata-mata dilihat dari nilai kelulusan yang didapatkan saat kuliah.


Banyaknya permasalahan keuangan yang dialami kedua orangtua ku membuat aku merasa tidak berguna karena tidak dapat melakukan apa-apa. Sedangkan didalam keluargaku, aku adalah anak satu-satunya yang lulus sarjana dari biaya kuliah yang ditanggung orang tua. Bukan berarti saudara kandungku yang lainnya tidak sarjana, ada kakak perempuanku yang sarjana dengan hasil keringatnya sendiri mencari uang. Dua saudaraku lainnya hanya sampai SMA dan SMK. Semakin berat beban yang aku pikirkan dan aku memutuskan untuk lebih keras lagi berusaha hingga akhirnya aku menghukum diriku sendiri didalam setiap kegagalan yang aku alami. Hal ini ternyata bukanlah hal yang tepat untuk aku lakukan, karena semakin aku menghukum diriku maka semakin aku buntu dan tersesat didalam pikiranku. Hal lainnya yang terjadi adalah kesulitan tidur dimalam hari sehingga satu hari, aku hanya tidur 2-3 jam saja. 

Ketidakpercayaan terhadap orang (mistrust) membuat aku kesulitan dalam meminta bantuan orang lain dan berakhir dengan mengandalkan diriku sendiri. Tentunya aku benar-benar merasakan kesulitan hingga tidak mempunyai 1 rupiah ditanganku. Aku melupakan diriku yang dulu dan menjadi dingin kepada apapun yang terjadi. Menangis tidak bisa, ketawa juga tidak bisa dan semua rasa yang ada tidak dapat aku rasakan. Aku hidup seperti mati rasa, yang pada akhirnya aku menemukan beberapa orang yang mencoba membantu aku keluar dari kehidupan zombie yang sedang aku jalani ini. Awalnya aku tidak percaya dan ingin rasanya berlari dari orang-orang yang hanya sekedar menanyakan kabar serta kondisiku tapi aslinya mereka tidak peduli dengan apa yang aku alami. Hal ini juga menyadarkan aku bahwa aku tidak bisa hanya diam kepada setiap kegagalan yang aku alami. Kehidupan akan terus berjalan walaupun aku terjatuh sebegitu dalamnya.



Semua kejadian ini juga membawa aku untuk lebih mengandalkan Tuhan yang aku percayai. Aku sadar bahwa selama ini aku melupakan bahwa aku memiliki Tuhan yang luar biasa! Aku berdoa dan terus berusaha dengan membuka hati terhadap orang-orang disekitarku yang ingin membantuku secara tulus. Aku menghilangkan pikiran negative ku kepada siapa pun dan akhirnya sedikit demi sedikit aku mengenali apa yang menjadi keinginanku dan karir seperti apa yang aku inginkan. Aku memulai lagi dengan menuliskan review produk kecantikan dan menyebut diriku sebagai "Beauty Blogger". Awalnya tidak mudah, namun aku tidak putus asa seperti dulu. Penolakan yang aku dapatkan menjadi pendorong untuk aku memperbaiki diriku dan menjadikan aku lebih baik lagi setiap harinya hingga banyaknya tawaran kerjasama berdatangan. Penutup tahun 2017 pun bisa aku lewati dengan puncak karirku sebagai "Beauty Blogger".



Selain karir, hubunganku terhadap sesama juga akhirnya bisa sedikit demi sedikit membaik. Aku mulai mempercayai orang lagi walaupun tidak semua orang dapat dipercaya. Tapi aku mencoba melakukan bagianku sebagai seorang manusia social yang harus memiliki hubungan dengan sesama. Aku juga membuka hatiku kepada seorang Pria yang selalu ada untuk aku ketika aku jatuh. Dia tidak melihat diriku selayaknya seorang wanita lemah yang tidak berguna. Hingga kejatuhan ku yang terdalam, Dia masih berdiri tepat didepanku untuk mengajakku bangkit kembali. Aku yang gagal dalam karir dan juga gagal dalam hubungan 4 tahun pacaranku akhirnya memutuskan untuk move on! Mudahkah untuk kembali bangkit? Tentunya tidak. Tanpa orang-orang tulus disekitarku yang tidak menyerah dan tanpanya Tuhan yang begitu menyayangiku, aku tidak akan kembali menjadi diriku sendiri. 

Ricky Yauwana

July 20, 2017 menjadi hari pacaranku dengan Pria yang aku ceritakan tadi, Ricky Yauwana. Yass, Dia memang bukan orang yang terkenal karena hal yang dilakukannya. Namun, Dia orang yang tepat untuk mengajakku terus maju kedepan. Aku mencoba mempercayai lelaki lagi setelah hubungan terakhirku kandas. Kegagalan kedua kalinya ke arah pelaminan tidak akan terjadi lagi untuk ketiga kalinya. Itulah yang aku pikirkan dan komitmen ini yang aku bawa ketika memulai hubungan dengan Ricky. Tentunya nama Ricky selalu aku sebutkan didalam doaku supaya Tuhan mengabulkan keinginanku untuk memilikinya sebagai orang terakhir yang mendampingiku seumur hidupku. Secara umurku memang sudah cukup untuk berada didalam satu pernikahan. Tentunya Pernikahan bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. 

Semua kejadian yang terjadi di tahun 2017 menyadarkan aku akan adanya hasil dari kerja keras dan mengajarkanku untuk menjadi lebih baik ditahun 2018 ini tanpa melakukan kesalahan yang sama. Ada kalanya aku ingin menghukum diriku sendiri karena kegagalan, tetapi hal itu tidak aku lakukan karena aku tau bahwa diriku cukup layak mendapatkan kesempatan untuk mencoba bangkit lagi dan lagi dari berapa banyaknya kegagalan yang aku alami. Baca ini baik-baik jika kalian juga mengalami hal yang sama, yang tentunya kalian merasa sendiri dan tidak ada yang memperdulikan kalian lagi. Kalian tidaklah sendiri! Terimalah diri kalian sendiri karena kalian layak! Kalian ada karena kalian special. Mungkin tidak mudah untuk menerapkannya, tapi kalian bisa konsultasi dan menceritakannya kepada siapapun termasuk aku yang selalu disini untuk menyemangati kalian! Jangan biarkan kegagalan, penolakan dan hal lainnya menjatuhkan kalian.


Keep strong! Jadikan tahun 2018 ini sebagai titik awal memulai segalanya. Jangan menyerah dan jangan kalah terhadap keadaan apa pun yang terjadi. Nextnya, aku akan membahas mengenai depresi dan stress yang aku alami serta bagaimana aku mencoba sembuh dari hal tersebut. Nantikan terus kelanjutannya ya! Terima kasih telah membaca postingan ini :) See you on the next post!

with love, Ellen.

You May Also Like

0 comments